Prune

Prune
PruneNamePrune
TitleChildlike Dreams Cherished
OccupationMondstadt
AssociationMONDSTADT
RarityRaritystrRaritystrRaritystrRaritystr
WeaponWeapon Catalyst
ElementElement Anemo
Day of Birth20
Month of Birth11
Vision (Introduced)Anemo
Constellation (Introduced)Turris Venefica
Chinese Seuyu宴宁
Japanese Seuyu長月あおい
English SeuyuAlice Himora
Korean SeuyuJang Ye-na
Description“Pemburu Penyihir” cilik. Dia menempuh perjalanan jauh dari Nod-Krai hanya untuk menaklukkan penyihir yang, menurutnya, gemar menindas yang lemah dan melakukan segala macam kejahatan.
Character Ascension Materials
Vayuda Turquoise Sliver
Vayuda Turquoise Fragment
Vayuda Turquoise Chunk
Vayuda Turquoise Gemstone
Radiant Antler
Winter Icelea
Treasure Hoarder Insignia
Silver Raven Insignia
Golden Raven Insignia
Skill Ascension Materials
Teachings of Resistance
Guide to Resistance
Philosophies of Resistance
Mask of the Virtuous Doctor
Crown of Insight

Table of Content
Stats
Skills
Skill Ascension
Related Items
Gallery
Sounds
Quotes
Stories

Stats

LvHPAtkDefCritRate%CritDMG%Bonus Atk%MaterialsTotal Materials
181118.5248.645.0%50.0%0%
20208547.58124.965.0%50.0%0%
Vayuda Turquoise Sliver1
0
Winter Icelea3
Treasure Hoarder Insignia3
Mora20000
Vayuda Turquoise Sliver1
0
Winter Icelea3
Treasure Hoarder Insignia3
Mora20000
20+269161.41161.35.0%50.0%0%
40403191.99241.65.0%50.0%0%
Vayuda Turquoise Fragment3
Radiant Antler2
Winter Icelea10
Treasure Hoarder Insignia15
Mora40000
Vayuda Turquoise Sliver1
0
Winter Icelea13
Treasure Hoarder Insignia18
Mora60000
Vayuda Turquoise Fragment3
Radiant Antler2
40+4461101.82267.425.0%50.0%6.0%
505132117.12307.65.0%50.0%6.0%
Vayuda Turquoise Fragment6
Radiant Antler4
Winter Icelea20
Silver Raven Insignia12
Mora60000
Vayuda Turquoise Sliver1
0
Winter Icelea33
Treasure Hoarder Insignia18
Mora120K
Vayuda Turquoise Fragment9
Radiant Antler6
Silver Raven Insignia12
50+5706130.23342.025.0%50.0%12.0%
606376145.53382.25.0%50.0%12.0%
Vayuda Turquoise Chunk3
Radiant Antler8
Winter Icelea30
Silver Raven Insignia18
Mora80000
Vayuda Turquoise Sliver1
0
Winter Icelea63
Treasure Hoarder Insignia18
Mora200K
Vayuda Turquoise Fragment9
Radiant Antler14
Silver Raven Insignia30
Vayuda Turquoise Chunk3
60+6807155.36408.025.0%50.0%12.0%
707477170.64448.155.0%50.0%12.0%
Vayuda Turquoise Chunk6
Radiant Antler12
Winter Icelea45
Golden Raven Insignia12
Mora100K
Vayuda Turquoise Sliver1
0
Winter Icelea108
Treasure Hoarder Insignia18
Mora300K
Vayuda Turquoise Fragment9
Radiant Antler26
Silver Raven Insignia30
Vayuda Turquoise Chunk9
Golden Raven Insignia12
70+7907180.47473.975.0%50.0%18.0%
808578195.76514.155.0%50.0%18.0%
Vayuda Turquoise Gemstone6
Radiant Antler20
Winter Icelea60
Golden Raven Insignia24
Mora120K
Vayuda Turquoise Sliver1
0
Winter Icelea168
Treasure Hoarder Insignia18
Mora420K
Vayuda Turquoise Fragment9
Radiant Antler46
Silver Raven Insignia30
Vayuda Turquoise Chunk9
Golden Raven Insignia36
Vayuda Turquoise Gemstone6
80+9008205.6539.975.0%50.0%24.0%
909679220.89580.145.0%50.0%24.0%
90+9679220.89580.145.0%50.0%24.0%
10010348277.25620.275.0%50.0%24.0%

Skills

Active Skils

Badaboom! Hexbuster HammerBadaboom! Hexbuster Hammer
Normal Attack
Mengayunkan Banehunter Oathhammer, melancarkan hingga 3 serangan dan mengakibatkan Anemo DMG.

Charged Attack
Mengonsumsi sejumlah Stamina, melakukan ayunan palu ke atas untuk mengakibatkan Anemo DMG terhadap musuh di depan.

Plunging Attack
Mengumpulkan kekuatan Anemo dan menerjang tanah, menyerang musuh di jalur terjangan dan mengakibatkan Anemo DMG Area saat mendarat.
Lv1Lv2Lv3Lv4Lv5Lv6Lv7Lv8Lv9Lv10Lv11Lv12Lv13Lv14Lv15
DMG Tahap 148.62%52.27%55.91%60.78%64.42%68.07%72.93%77.79%82.66%87.52%92.38%97.24%103.32%109.4%115.47%
DMG Tahap 248.28%51.9%55.52%60.35%63.97%67.59%72.42%77.25%82.08%86.91%91.73%96.56%102.6%108.63%114.67%
DMG Tahap 367.98%73.08%78.17%84.97%90.07%95.17%101.97%108.76%115.56%122.36%129.16%135.95%144.45%152.95%161.44%
DMG Charged Attack133.52%143.53%153.55%166.9%176.91%186.93%200.28%213.63%226.98%240.34%253.69%267.04%283.73%300.42%317.11%
Konsumsi Stamina Charged Attack505050505050505050505050505050
DMG Selama Plunging56.83%61.45%66.08%72.69%77.31%82.6%89.87%97.14%104.41%112.34%120.27%128.2%136.12%144.05%151.98%
DMG Plunging Attack Rendah/Tinggi113.63% / 141.93%122.88% / 153.49%132.13% / 165.04%145.35% / 181.54%154.59% / 193.1%165.17% / 206.3%179.7% / 224.45%194.23% / 242.61%208.77% / 260.76%224.62% / 280.57%240.48% / 300.37%256.34% / 320.18%272.19% / 339.98%288.05% / 359.79%303.9% / 379.59%
Ring-A-Ding-Ding! Hexhunter ChimeRing-A-Ding-Ding! Hexhunter Chime
Mengeluarkan kekuatan angin dengan tekad untuk mengalahkan sang penyihir "jahat" menyelamatkan Descartes! Prune menggunakan Banehunter Oathhammer untuk menghantam Witchlure Bell dan mengakibatkan Anemo DMG.
Jika Prune memicu reaksi Swirl terhadap musuh melalui serangan ini, maka Ring-A-Ding-Ding! Hexhunter Chime akan berubah menjadi Clang Clang! Witch-tribution Comes! selama 6 detik ke depan.

Clang Clang! Witch-tribution Comes!
Membungkus palu Prune dengan jenis elemen yang sebelumnya terlibat dalam reaksi Swirl, dan membuat Banehunter Oathhammer mengalami Elemental Conversion. Saat dilancarkan dengan Mode Tekan, Prune melompat dan menendang Banehunter Oathhammer ke depan, mengakibatkan Elemental DMG dengan jenis elemen yang sesuai terhadap musuh di depannya.
Lv1Lv2Lv3Lv4Lv5Lv6Lv7Lv8Lv9Lv10Lv11Lv12Lv13Lv14Lv15
DMG Ring-A-Ding-Ding! Hexhunter Chime167.44%180%192.56%209.3%221.86%234.42%251.16%267.9%284.65%301.39%318.14%334.88%355.81%376.74%397.67%
DMG Clang Clang! Witch-tribution Comes!204.56%219.9%235.24%255.7%271.04%286.38%306.84%327.3%347.75%368.21%388.66%409.12%434.69%460.26%485.83%
Cooldown15 dtk15 dtk15 dtk15 dtk15 dtk15 dtk15 dtk15 dtk15 dtk15 dtk15 dtk15 dtk15 dtk15 dtk15 dtk
The Bell Tolls! The Hunt is On!The Bell Tolls! The Hunt is On!
Prune mengayunkan Witchlure Bell dengan lembut, mengakibatkan Anemo DMG terhadap musuh di sekitar. Setelahnya, Witchlure Bell akan memasuki mode Hunter-Seeker.

Witchlure Bell: Hunter Seeker
Dalam mode ini, Witchlure Bell akan mengikuti Karakter aktif sambil menyerang musuh di sekitar secara berkala dan mengakibatkan Anemo DMG Area. DMG ini dianggap sebagai DMG Elemental Burst.
Lv1Lv2Lv3Lv4Lv5Lv6Lv7Lv8Lv9Lv10Lv11Lv12Lv13Lv14Lv15
DMG Skill96.96%104.23%111.5%121.2%128.47%135.74%145.44%155.14%164.83%174.53%184.22%193.92%206.04%218.16%230.28%
DMG Witchlure Bell70.44%75.72%81.01%88.05%93.33%98.62%105.66%112.7%119.75%126.79%133.84%140.88%149.69%158.49%167.3%
Durasi Mode Hunter-Seeker12 dtk12 dtk12 dtk12 dtk12 dtk12 dtk12 dtk12 dtk12 dtk12 dtk12 dtk12 dtk12 dtk12 dtk12 dtk
Cooldown18 dtk18 dtk18 dtk18 dtk18 dtk18 dtk18 dtk18 dtk18 dtk18 dtk18 dtk18 dtk18 dtk18 dtk18 dtk
Konsumsi Energy707070707070707070707070707070

Passive Skills

Tinker-Tink, Clank, and Bang!Tinker-Tink, Clank, and Bang!
Memberikan 10% peluang untuk mendapatkan 1 tambahan Material Talenta acak yang sewilayah saat craft. Kelangkaannya sama dengan material yang dihasilkan.
Verdict and PunishmentVerdict and Punishment
Dalam Elemental Burst {LINK#S11325}The Bell Tolls! The Hunt is On!, setelah Witchlure Bell dalam mode Hunter-Seeker mengakibatkan DMG terhadap musuh, jika DMG tersebut memicu reaksi Swirl terhadap musuh, maka akan memanggil Banehunter Oathhammer yang telah mengalami Elemental Conversion berdasarkan reaksi Swirl kali ini di depan musuh dan menghantamnya, mengakibatkan Elemental DMG yang sesuai dengan konversi Swirl sebesar 150% ATK Prune. DMG ini dianggap sebagai DMG Elemental Burst.
Tolling SynchronicityTolling Synchronicity
Setelah Prune menggunakan Banehunter Oathhammer yang telah mengalami Elemental Conversion untuk mengenai musuh, anggota party lain di sekitar akan mendapatkan efek Tolling Rally yang berlangsung selama 5 detik: Saat Normal Attack, Charged Attack, Plunging Attack, Elemental Skill, atau Elemental Burst mengakibatkan DMG terhadap musuh, akan meningkatkan DMG yang diakibatkan oleh serangan tersebut berdasarkan ATK Prune saat mendapatkan efek Tolling Rally yang melebihi 2.000 poin. Setiap 1 poin ATK yang berlebih akan meningkatkan DMG yang diakibatkan oleh serangan tersebut sebesar 0,025%, hingga maksimum 50%.
Witch's Eve Rite: Witchseeker's VowWitch's Eve Rite: Witchseeker's Vow
Setelah menyelesaikan PR Penyihir: Tentang Hal yang Diperdebatkan, Prune akan berubah menjadi Karakter Hexerei. Saat ada setidaknya 2 Karakter Hexerei di dalam party, akan mendapatkan efek Hexerei: Secret Rite yang memperkuat Karakter Hexerei.

Hexerei: Secret Rite
Saat Karakter Hexerei di dalam party yang sedang terpengaruh efek Tolling Rally memicu Reaksi Elemental apa pun terhadap musuh, ATK Prune akan meningkat 60% selama 5 detik. Jika Reaksi Elemental yang dipicu Karakter ini adalah Swirl, maka ATK-nya akan meningkat 30% lagi selama 5 detik.

Constellations

With a Vow to Rescue, the Journey BeginsWith a Vow to Rescue, the Journey Begins
Setelah serangan Banehunter Oathhammer yang telah melalui Elemental Conversion mengenai musuh, akan memulihkan 2 poin Energy untuk Prune. Efek ini dapat terpicu sekali setiap 1,8 detik.
Useful for Cleaning Messy Baggage, Elemental Powers Are IndeedUseful for Cleaning Messy Baggage, Elemental Powers Are Indeed
Selama Elemental Burst {LINK#S11325}The Bell Tolls! The Hunt is On!, saat Witchlure Bell berada dalam mode Hunter-Seeker, Prune akan mendapatkan efek Hunt the Witch: ATK Prune meningkat 10%, saat Witchlure Bell dan Banehunter Oathhammer yang telah melalui Elemental Conversion mengenai musuh, ATK-nya akan meningkat 5% lagi. Peningkatan ATK maksimum yang bisa didapatkan melalui cara di atas adalah 40%.
Melancarkan The Bell Tolls! The Hunt is On! lagi selama efek di atas masih aktif akan menghapus efek terdahulu.
The Caravan Exits the Mountain Pass, the Scenery Once More ChangedThe Caravan Exits the Mountain Pass, the Scenery Once More Changed
Meningkatkan 3 level Elemental Burst {LINK#S11325}The Bell Tolls! The Hunt is On!.
Maksimum: Lv. 15.
Looking Back Following the Wind, One's Shadow Still HalvedLooking Back Following the Wind, One's Shadow Still Halved
Setelah Banehunter Oathhammer yang telah mengalami Elemental Conversion mengenai musuh, ia akan memantul lagi dan terjatuh di posisi musuh di sekitar, mengakibatkan Elemental DMG dengan jenis elemen yang sesuai sebesar 80% ATK terhadap musuh yang terkena.
100 Defeats? No Problem, Tomorrow, We Go Again100 Defeats? No Problem, Tomorrow, We Go Again
Meningkatkan 3 level Elemental Skill {LINK#S11322}Ring-A-Ding-Ding! Hexhunter Chime.
Maksimum: Lv. 15.
And That’s the Story! Share It With Your Friends!And That’s the Story! Share It With Your Friends!
Durasi mode Hunter-Seeker Witchlure Bell milik Elemental Burst {LINK#S11325}The Bell Tolls! The Hunt is On! diperpanjang 4 detik.
Selain itu, setelah Karakter dalam party yang terpengaruh oleh efek Tolling Rally memicu Reaksi Elemental apa pun pada musuh, ATK Prune dan Karakter aktif lain yang sedang berada di medan pertempuran yang memiliki efek Tolling Rally di sekitarnya meningkat 350 poin selama 5 detik.

Skill Ascension

Sounds

Quotes

Audio Language:
TitleVoiceOver
Halo
Berbincang: Deklarasi
Berbincang: Kesadaran
Berbincang: Trivia
Ketika Turun Hujan
Ketika Petir Menyambar
Ketika Turun Salju
Ketika Matahari Bersinar
Di Padang Pasir
Selamat Pagi
Selamat Siang
Selamat Malam
Selamat Tidur
Tentang Prune: Identitas
Tentang Prune: Membaca
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 4
Tentang Prune: Waktu
Tentang Prune: Kepercayaan
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 6
Tentang Vision
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 4
Berbagi Cerita
Kisah Menarik
Tentang Alice: Penyihir
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 4
Tentang Alice: Perang Psikologis
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 4
Tentang Alice: Tak Terampuni
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 4
Tentang Klee
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 4
Tentang Sayu
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 4
Tentang Yaoyao
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 4
Tentang Qiqi
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 4
Tentang Paimon
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 4
Tentang Albedo
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 4
Tentang Kaeya
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 4
Tentang Mona
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 4
Tentang Lisa
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 4
Tentang Fischl
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 4
Tentang Aino
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 4
Tentang Dori
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 4
Mengenal Prune: I
Mengenal Prune: II
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 3
Mengenal Prune: III
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 4
Mengenal Prune: IV
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 5
Mengenal Prune: V
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 6
Hobi Prune
Kekhawatiran Prune
Makanan Favorit
Makanan yang Tidak Disukai
Menerima Hadiah: I
Menerima Hadiah: II
Menerima Hadiah: III
Ulang Tahun
Perasaan Tentang Ascension: Permulaan
* Terbuka saat Ascension tahap 1
Perasaan Tentang Ascension: Persiapan
* Terbuka saat Ascension tahap 2
Perasaan Tentang Ascension: Klimaks
* Terbuka saat Ascension tahap 4
Perasaan Tentang Ascension: Konklusi
* Terbuka saat Ascension tahap 6
Elemental Skill: I
Elemental Skill: II
Elemental Skill: III
Elemental Skill: IV
Elemental Skill: V
Elemental Skill: VI
Elemental Burst: I
Elemental Burst: II
Elemental Burst: III
Membuka Peti Harta: I
Membuka Peti Harta: II
Membuka Peti Harta: III
HP Rendah: I
HP Rendah: II
HP Rendah: III
HP Rekan Rendah: I
HP Rekan Rendah: II
Gugur: I
Gugur: II
Gugur: III
Menerima Serangan Ringan: I
Menerima Serangan Ringan: II
Menerima Serangan Hebat: I
Menerima Serangan Hebat: II
Bergabung ke Party: I
Bergabung ke Party: II
Bergabung ke Party·III

Stories

TitleText
Info KarakterPerselisihan mendalam antara Prune dan para penyihir tercatat dalam beberapa fragmen tulisan di "surat pembalasan dendam" yang terpampang di berbagai Papan Pengumuman Mondstadt.
Mengenai cerita "Pemburu Penyihir", reaksi warga Mondstadt dapat dibagi menjadi tiga kategori.
Yang pertama adalah senyum penuh kebaikan, lalu menanyakan apakah dia mau segelas Apple Cider. Yang kedua adalah mengangguk seakan mengerti, lalu menanyakan di mana orang tuanya. Yang ketiga adalah kelompok yang berorientasi pada tindakan yang diwakili oleh Kaeya, tidak hanya mendengarkan dengan serius rencana balas dendamnya, tetapi juga memberikan saran yang konkret, terlepas dari apakah itu bisa dilakukan atau tidak.
Prune tidak terlalu puas dengan ketiga reaksi tersebut.
Tapi meski tidak puas, dia sudah terbiasa. Menurutnya, tidak dimengerti adalah takdir seorang pemburu, dan dianggap seperti anak kecil yang hanya main-main adalah pandangan yang harus dia hadapi setiap hari.
Faktanya, dalam hal cakupan pengetahuan, Prune memang unggul dari banyak teman sebayanya bahkan sebagian orang dewasa. Dia berbicara dengan logis dan pemilihan kata yang cermat, terkadang tanpa sengaja melontarkan fakta menarik yang tak terduga, lalu menampilkan ekspresi bangga kecil yang tak bisa disembunyikan — salah satu momen langka di mana sisi kekanak-kanakannya terlihat jelas.
Tapi kalau sudah lama berinteraksi dengannya, akan terlihat bahwa pengetahuannya memang luas tapi tidak mendalam. Lagipula, hal penting apa sih yang bisa diketahui seorang anak kecil? Jadi, wawasan yang ia banggakan sering kali berbalik melawannya di saat-saat krusial. Setiap kali itu terjadi, dia akan menggigit bibirnya sambil berkata "Aku pasti akan kembali", lalu mundur tanpa menoleh.
Namun, jika ada yang menganggap dia hanya anak kecil yang suka pamer, kemungkinan mereka salah besar.
Saat dia bilang "akan kembali", maka dia benar-benar akan kembali. Keesokan harinya, dia pasti akan datang lagi dengan argumen yang lebih kuat, catatan yang lebih tebal, dan wajah yang lebih tidak menerima kekalahan.
Si keras kepala yang tak mau kalah ini, entah bakat seorang pemburu atau cuma sifat ngambek anak kecil, mungkin dia sendiri tidak tahu bedanya. Tapi satu hal yang pasti — tidak peduli harus mencoba berkali-kali, hutangnya dengan "penyihir jahat" itu, tidak akan dia lupakan.
Kisah Karakter 1Orang tua Prune berasal dari Mondstadt. Saat masih muda, mereka tersentuh oleh pernyataan romantis seperti "hidup adalah sebuah petualangan", lalu mereka pun berkeliling dunia dengan membawa tas ransel di punggung. Sampai akhirnya menetap di Nod-Krai, tempat yang penuh dengan peluang dan juga kekacauan. Berbagai jenis orang bercampur aduk di tempat ini, ada pedagang, petualang, penipu, dan penyelundup, semuanya membentuk dinamisme hubungan yang rumit. Jelas ini bukan tempat yang cocok untuk membesarkan seorang anak. Sang Ayah bekerja keras di dermaga, sedangkan sang Ibu bekerja di dua tempat sekaligus, tapi kehidupan keluarga mereka sangat pas-pasan. Perwujudan cinta mereka untuk Prune hanya bisa dengan cara memastikan dia selalu kenyang dan punya pakaian yang hangat. Tapi kebersamaan keluarga, itu hanyalah kemewahan yang tak terjangkau.
Suatu kali, ibunya pulang sebelum makan malam, yang mana jarang terjadi. Prune dengan senang berlari ke luar untuk menyambutnya, memegang ujung baju ibunya, dan ingin cepat-cepat cerita bahwa ada pedagang di kota yang menjual mainan kincir angin dari Mondstadt, cantik sekali.
Namun saat dia memegang tangan ibunya yang kasar, dia teringat buku catatan hutang yang penuh coretan tersimpan di laci ayahnya, dan akhirnya menelan kembali kata-katanya.
"Benda yang cuma berputar-putar itu, sama sekali tidak berguna." Dia berkata dalam hati, "Lagipula aku juga tidak suka, beneran tidak suka."
Dia sering mengatakan hal seperti itu pada diri sendiri berkali-kali.
Saat melewati kios permen, dia akan menghibur diri dengan berbisik, "Makanan manis tidak baik untuk gigi, aku sudah lama tidak makan begituan."
Saat melihat anak tetangga memamerkan mainan barunya, dia akan mengangkat dagunya dan berkata, "terlalu kekanak-kanakan."
Membujuk diri sendiri setiap hari membuat Prune yang masih kecil tanpa sadar membangun tembok tinggi bernama "dewasa dan bijaksana" di sekelilingnya.
Dia belajar memanaskan makanan sendiri, menjahit pakaian sendiri, bahkan bisa membantu memeriksa angka-angka di buku catatan. Suatu kali dia bahkan menemukan bahwa majikannya kurang menghitung upah ibunya selama tiga hari. Bisa membantu hal-hal "berguna" seperti ini membuatnya sangat bangga.
Setiap malam, ketika ayah dan ibu pulang dengan tubuh lelah, Prune sudah selesai mandi dan berbaring di tempat tidur, berpura-pura tidur. Karena dia tahu, jika mereka tahu kalau dia masih terjaga, masih takut gelap, dan masih butuh teman, mereka akan menyalahkan diri sendiri, merasa sedih, dan menambahkan lapisan rasa bersalah yang tebal pada beban yang sudah berat.
"Aku sudah bukan anak kecil lagi." Kalimat ini menjadi mantranya sekaligus baju besinya.
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 2
Kisah Karakter 2Untungnya, masih ada banyak hobi di dunia yang tidak terlalu menguras uang, dan membaca adalah salah satunya.
Pemilik Mimisbrunnr Books sepertinya hanya fokus menjual voucher investasi kepada pelanggan dengan daya beli tinggi dan tidak peduli dengan Prune yang setiap hari datang berjongkok di depan rak buku sambil membaca dengan tenang. Maka dari itu, berbagai halaman buku yang masih baru atau sudah menguning menjadi jendela awalnya untuk mengenal dunia.
Bacaannya tidak terstruktur, hanya berdasarkan apakah sampul dan judulnya menarik. Awalnya hanya buku gambar dongeng yang penuh warna, tapi ia cepat tidak puas dengan akhir bahagia yang mudah diprediksi. Ia mulai menelan semua yang bisa dijangkau, apa pun yang ada tulisannya. Tapi tidak seperti perpustakaan Mondstadt dan Sumeru, Nod-Krai lebih dipenuhi koran kedaluwarsa atau penuh berita palsu, panduan perjalanan yang menyesatkan, novel bajakan, salah cetak atau salah terjemahan, dan sejumlah bacaan sejarah yang tidak pantas untuk anak-anak.
Seiring meningkatnya jumlah bacaan, Prune perlahan menjadi seorang "ahli informasi" yang menguasai banyak pengetahuan unik, dan merasa sangat puas dengan rasa superioritas intelektual ini. Pengetahuan yang tidak teratur dan terlalu maju ini membentuk kerangka kognitif yang kompleks dan sedikit kelam di benaknya sejak dini.
Apakah dia paham dengan apa yang dia baca? Kebanyakan, dia hanya paham sebagian atau bahkan tidak paham sama sekali. Namun dia sangat menikmatinya, mengumpulkan istilah-istilah rumit dan konsep-konsep asing ke dalam otaknya seperti mengoleksi kerang yang berkilau.
Anak-anak tetangga beberapa kali mengajaknya bermain, tapi dia entah terlalu tenggelam dalam pikirannya sendiri sampai tidak mendengar, atau bahkan saat bergabung, tanpa sadar menganalisis aturan permainan dengan kosakata yang dia pelajari.
"Tunggu dulu!" Prune mengangkat tangannya, "Aku perlu konfirmasi logika dasar permainannya."
"'Bajak Laut' punya keuntungan medan dan jendela waktu yang cukup, seharusnya tidak bisa dikalahkan secepat ini, kecuali 'Geng Keong' menggunakan 'Serangan Mendadak' yang tidak didefinisikan dengan jelas, sehingga sistem kekuatan menjadi tidak seimbang!"
Teman-teman bermainnya saling berpandangan, dan lama-kelamaan tidak lagi mencarinya.
Prune tentu menyadari sikap menjauh seperti itu, tetapi dia mendengus dingin dan merasa sudah tidak peduli lagi. Di dunia ini ada begitu banyak teka-teki yang mendalam, prinsip yang kompleks, dan fenomena yang menunggu untuk dipahami. Itulah hal-hal yang benar-benar layak untuk diinvestasikan waktu.
Dia sudah berjalan di jalan yang berbeda dengan yang lainnya.
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 3
Kisah Karakter 3Waktu itu adalah sore hari yang penuh dengan beban pikiran.
Meski sudah diingatkan orang dewasa untuk "tidak membaca buku seperti ini", Prune tetap berjuang keras menyelesaikan volume pertama "Himne Ujung Utara". Setelah menutup buku, bagian awal terlupakan, bagian akhir juga terlupakan, bahkan bagian tengahnya pun tidak terlalu diingat. Namun, bait-bait puisi yang sulit dipahami itu masih terlalu berat bagi Prune saat ini. Kelelahan dari eksplorasi intelektual dan rasa kesepian karena tidak ada yang bisa diajak berbagi menyebar seperti air pasang.
Seperti biasa, dia mulai berbicara panjang lebar pada udara kosong di sebelahnya. Dalam imajinasinya, selalu ada seseorang yang mendengarkan — mungkin seekor anjing liar yang tidak bisa dia adopsi karena keterbatasan kondisi, atau mungkin seorang bijak yang pendiam dalam buku. Dia tidak tahu kepada "siapa" sebenarnya dia berbicara, hanya saja hari demi hari dia menuangkan keinginan berbagi yang tidak punya tempat. Namun kali ini, udara bergetar pelan, dan teman khayalannya muncul dengan jelas di hadapannya.
"Kamu kan ... kamu itu ..."
Prune ingin memanggil namanya dengan penuh semangat, tapi baru sadar bahwa selama ini dia hanya menyebutnya dengan "kamu" di dalam pikirannya.
Prioritas pertama adalah memberi nama. Pertama-tama, nama hewan peliharaan seperti "Floofy", "Barky", atau "Tiny" harus disingkirkan. Jelas sekali, ia bukan anjing kecil manja biasa: alisnya yang sedikit berkerut menunjukkan kecerdasan yang luar biasa, matanya yang dalam membuat orang sulit melihat isi hatinya, dan yang paling menakjubkan adalah warna bulunya yang bercampur biru-ungu, begitu misterius dan tenang, sangat sesuai dengan selera estetika Prune saat ini.
"Descartes", dia akhirnya memilih nama yang penuh nuansa filosofis ini, tidak hanya menegaskan kelas dari temannya, tapi juga sekalian memamerkan pengetahuannya yang luar biasa.
Kedatangan Descartes tidak hanya memperkaya kehidupan Prune, tetapi juga membuatnya terlihat semakin ... sendirian.
Suatu sore setelah hujan, Prune berjongkok di tepi jalan mengamati pantulan di genangan air.
"Lihat, Descartes, dunia di dalam genangan air ini sepenuhnya terbalik dari dunia nyata. Lalu pertanyaannya, bagaimana kita membuktikan bahwa kita tidak hidup di dalam 'genangan air yang lebih besar'?"
Pejalan kaki yang lewat melambatkan langkah, menatap aneh pada gadis kecil yang berbicara sendiri di depan genangan air.
"Mungkin", lanjut Prune, "'kenyataan' yang kita anggap nyata hanyalah 'refleksi' dari keberadaan dimensi yang lebih tinggi. Iya kan, Descartes?"
Dia menoleh ke arah udara kosong di sampingnya dan mengangguk serius.
"Ya, aku juga berpikir begitu. Jadi pada dasarnya, semua persepsi bersifat relatif, tidak ada kebenaran yang absolut."
Seorang nenek baik hati berjalan mendekat dan bertanya dengan penuh perhatian: "Adik kecil, kamu ... tidak apa-apa? Mau aku bantu cari keluargamu?"
Prune mengangkat kepalanya dan bertanya dengan tulus: "Nenek, apakah nenek percaya kalau dunia ini nyata?"
"...."
"Sudahlah, banyak orang bahkan sampai tua tidak pernah memikirkan hal ini." Prune berdiri, "Ayo pergi, Descartes, mungkin hidup dalam bayangan adalah keseharian banyak orang dewasa."
Wanita tua itu menatap gadis kecil aneh itu pergi, lalu membuat gerakan doa di dadanya: "Semoga cahaya bulan melindungimu, nak ...."
Namun, gang-gang di Kota Nasha sempit dan berbelit-belit, cahaya bulan yang penuh belas kasih tetap tidak bisa menembus sudut-sudut gelap yang tersembunyi.
Di celah realitas yang dingin ini, yang benar-benar "melindungi" Prune bagai bayangan adalah Descartes — kehadirannya yang tanpa suara namun abadi, mengisi seluruh waktu sendiri gadis kecil itu.
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 4
Kisah Karakter 4Sang Penyihir yang merasa bosan memperhatikan seorang gadis kecil di pinggir jalan, ia sedang membaca buku tebal untuk mengisi waktu.
"Kenapa tidak pergi bermain dengan anak-anak di sana?"
"Aku tidak suka main." Prune bahkan tidak mengangkat kepalanya, terus membaca buku.
"Sedang baca apa?" Alice mengintip, matanya tampak berbinar, seolah menemukan harta karun.
"Semacam panduan perjalanan. Tapi karena ini bajakan, cuma beberapa bagian yang dicetak, penulisnya tidak diketahui ...."
"Lalu bagaimana menurutmu?"
"Lumayan juga. Rasanya penulis ini tipe orang yang sangat egois, dan di sela-sela tulisannya juga terlihat selera yang cukup aneh."
"Oh ya?"
Sejak hari itu, Alice sesekali "kebetulan" muncul di samping Prune, melemparkan berbagai macam topik, memicu "debat": "Apakah menambahkan gula ke Hydro Slime akan menghasilkan minuman manis?" "Mengalahkan diri sendiri itu berarti aku menang atau aku kalah?"
Alice tenggelam dalam provokasi yang tidak masuk akal ini, sementara Prune selalu merespons seolah menghadapi musuh besar. Dia mencoba membantah "proposisi palsu" tersebut dengan rantai logika yang ketat, penampilannya yang terlalu serius menunjukkan keluguan yang menggemaskan. Alice menopang dagu sambil tersenyum memperhatikannya mengutip berbagai referensi, seolah menikmati pertunjukan yang menarik.
Sementara itu, Alice dengan tajam menyadari bahwa sosok teman imajiner di samping Prune semakin memudar, seperti embun pagi yang akan menguap di bawah sinar matahari.
Pada awalnya, Prune tidak terlalu memikirkan identitas Alice sebagai penyihir. Di Nod-Krai, bahkan pria biasa yang mengantri untuk menerima Sajian Purnama bisa saja mengaku sebagai pencuri ulung yang pensiun. Jadi, munculnya seorang wanita aneh di jalanan yang mengenakan topi besar berlubang, berpenampilan mencolok, dan berbicara kekanak-kanakan sepenuhnya sesuai dengan keberagaman manusia di tempat ini.
Dia tidak menyangka bahwa suatu hari, orang dewasa kekanak-kanakan ini akan menjadi musuh bebuyutannya ....
"Membuktikan hubungan panjang sisi segitiga dengan metode selain matematika, soal sesulit itu sudah tidak sulit lagi bagimu? Hebat."
"Permisi, soal ini bahkan bisa diselesaikan anak usia 12 tahun."
"Kalau begitu, aku akan berikan soal untuk anak usia 14 tahun. Coba kita lihat!"
"Kamu hanya bisa bermain dengan anak di usia aku? Aku mau pulang makan malam. Descartes, ayo pergi."
Sayangnya, saat itu Descartes sudah hampir transparan, begitu lemah hingga nyaris menghilang.
"Hehe." Alice tiba-tiba memasang ekspresi penjahat yang sangat berlebihan, "Sebenarnya aku adalah penyihir jahat! Sekarang ... aku akan menculik teman terpentingmu!"
"A-apa ...?"
"Maksudku itu ... DIA!" Alice menjentikkan jarinya, dan sosok Descartes pun menghilang sepenuhnya dari penglihatan Prune.
Otak kecil Prune yang cerdas tiba-tiba serasa rusak untuk pertama kalinya.
"Kamu gila ya!" Dia memegang erat sudut baju Alice, "Apa yang kamu lakukan pada Descartes! Kembalikan dia padaku!"
"Ups, sudah terlambat~ Mulai sekarang, kamu adalah seorang 'Pemburu Penyihir' yang ditunjuk langsung oleh sang Penyihir Agung! Kamu mau selamatkan teman imajinasimu? Kamu harus kalahkan aku dulu!"
Kamu berani bilang dirimu penyihir??? Kelakuanmu lebih mirip nenek lampir! Kembalikan Descartes-ku sekarang!!!
"Ha! Bercanda deh!", ucap Alice sambil tertawa lebih jahat lagi. "Kamu mau teman imajinasimu kembali? Kalau begitu, kamu harus mengalahkan semua penyihir di dunia ini dulu! Ya, kamu harus mengalahkan mereka satu per satu!"
"Pergilah ke Mondstadt dan cari Klee. Siapa tahu, kamu bisa dapat petunjuk dari anak kecil paling menggemaskan di dunia."
Lalu, Alice pun menghilang dengan suara letupan dan gumpalan asap.
"ALICE!!! Dasar penjahat tidak tahu malu!!"
Dengan demikian, dimulailah perjalanan Prune yang panjang dan penuh kesulitan untuk menyelamatkan temannya.
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 5
Kisah Karakter 5Begitu tiba di Mondstadt, Prune langsung memulai operasi perburuan penyihirnya. Dia menempelkan sebuah pemberitahuan yang penuh dengan bubuk mesiu, dia mencoba untuk berkonfrontasi dengan Mona si astrolog yang dicurigai sebagai "Penyihir B" dan menyelidiki hubungan antara mereka berdua .... Tapi karena gagal berulang kali, dia harus memikirkan beberapa cara yang lebih ekstrem.
Sebuah ide gila pun terlintas di benaknya: Dia mau menculik Klee untuk memaksa Alice muncul.
Rencananya sederhana. Dia akan memancing targetnya ke tempat yang sepi, lalu melakukan interogasi menyeluruh untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Prune bahkan sampai menulis semua rencananya di dalam buku catatannya.
Tapi tentu saja, sebagai "Pemburu Penyihir" yang punya prinsip, dia segera membatalkan ide itu.
Dia membuat keputusan ini bukan karena dia sadar kalau dia akan harus berhadapan dengan Albedo dan semua Knights of Favonius (meskipun itu memang akan menjadi hambatan terbesar), tetapi setelah perdebatan sengit antara nalar dan instingnya, akhirnya hati nurani Prune menang melawan rasa bencinya.
"'Siapa yang membunuh monster, pada akhirnya akan menjadi monster itu sendiri', kan? Plis deh, taktik seperti itu sudah ketinggalan zaman ah! Aku tidak akan pernah melakukan hal yang begitu keji pada seorang anak kecil!"
Ia langsung mencoret rencananya dengan tanda silang besar, membalik ke halaman kosong, lalu menulis dua kata, "Rencana B", dan menatap kosong ke buku catatannya.
Hari-hari pun berlalu selagi Prune merencanakan langkah selanjutnya, yang sering kali ditemani suara Klee yang masuk sambil membawa camilan atau mainan di tangannya.
"Prune, hari ini cerah! Kita tangkap Crystalfly yuk!"
"Prune, hari ini hujan nih. Kita main di genangan air sama Mini Durin yuk!"
"Prune~~~"
Lalu, entah sejak kapan, Prune baru sadar bahwa ia telah menjadi teman bermain Klee tanpa dia sadari. Dan dalam perannya ini, ia "terpaksa" mencoret-coret dinding bersama Klee, mendengarkan penjelasannya tentang nama dan kepribadian setiap Dodoco dengan sangat serius, bahkan berguling-guling di lereng berumput Windrise ....
" ... Aku sedang melakukan infiltrasi intelijen." Prune selalu bilang begitu pada dirinya sendiri.
Akhirnya, setelah melakukan beberapa "misi pengumpulan informasi" seperti ini, Prune berhasil menyusun strategi yang benar-benar bisa dia eksekusi. Dia akan mendapatkan informasi yang dibutuhkan dari Klee, bukan dengan interogasi secara langsung, melainkan dengan menyamarkan pertanyaannya sebagai permainan.
Operasinya cukup simpel dan langsung. Prune akan mengajukan pertanyaan, lalu memberi Klee hadiah berupa kue yang baru dipanggang setiap kali targetnya berhasil menjawab. Dia akan mulai dengan pertanyaan yang umum dan tidak mencurigakan. Lalu sedikit demi sedikit menggali lebih dalam, pelan-pelan mendekati informasi penting saat targetnya lengah.
"Klee, akhir-akhir ini ibu ada menulis surat untukmu?"
"Benar, benar. Aku sering dapat surat darinya, dan kami juga ngobrol pakai Dodocomm kalau enggak ada surat. Aku mau biskuit cokelat, pliiis."
"Jadi, Klee, kamu tahu enggak soal kejahatan— eh ... maksudku, aktivitas ibumu?"
"Keju buatan ...? Aku enggak ingat Mama pernah bikin itu. Tapi kedengarannya enak! Pasti cocok dimakan sama susu!"
"Ibumu punya benteng ya? Eh, maksudku ... markas rahasia?"
"Markas rahasia! Klee tahu kok di mana."
"Di mana?!"
"Di dalam hati! Mama bilang markas rahasia paling aman untuk semua orang ada di dalam hati mereka!"
Hasil "interogasi" Prune seharian adalah tujuh gambar dari Klee, termasuk lima gambar bertajuk "Cara Menggunakan Jumpy Dumpty" dan satu gambar keluarga Dodoco. Gambar terakhir, yang digambar atas desakan Klee, berjudul "Prune dan Klee Meledakkan Ikan Bersama." Selain itu, Prune juga belajar—secara tidak sengaja—tentang jarak aman untuk meledakkan Jumpy Dumpty. Meskipun pada titik ini Prune menyadari bahwa butuh usaha keras jika seseorang ingin membuat Klee memahami definisi sebenarnya dari kata "aman."
Sore harinya, Albedo datang untuk menjemput Klee, sambil menanyakan dengan lembut apakah dia melewati hari yang menyenangkan.
Klee tersenyum cerah dan ceria sambil menepuk perutnya yang kenyang dengan penuh kepuasan.
"Kue buatan Kak Prune enak banget! Klee tidak perlu makan malam lagi hari ini!"
Sementara itu, Prune menulis "Laporan Pasca-Aksi: Operasi Panggang-dan-Bakar, Ronde 1" dengan sangat serius.
"Informasi yang dapat digunakan: Tidak ada. Persediaan yang habis: 1 kantong tepung, 5 botol susu, cokelat serta gula dalam jumlah besar. Catatan: Target tampaknya memiliki bakat bawaan untuk melakukan menetralisir proses interogasi, dan saat ini tidak ada metode yang diketahui dapat digunakan untuk menembus pertahanannya."
Dia berhenti sejenak sebelum menambahkan satu baris lagi di bawahnya dengan huruf kecil. Tulisannya berisi:
"Foto kita saat menangkap ikan dengan bom terlihat bagus juga. Disimpan di arsip."
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 6
Witchlure Bell dan Banehunter OathhammerSetelah Descartes "diculik", Prune diliputi kegelisahan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.
Dia mengurung diri di ruangan, seperti prajurit yang akan berangkat ke medan perang. Kemudian ia akan mulai menganalisis ulang setiap detail argumennya dengan Alice: setiap kali debat mencapai titik di mana Alice kehabisan kata-kata, Alice akan tiba-tiba tersenyum sambil mengeluarkan sebuah "pusaka berharga" sebagai hadiah untuk Prune yang telah mengalahkan sang penyihir.
Saat itu dia hanya merasa "pusaka berharga" ini adalah trik untuk membujuk anak kecil, seperti yang biasa dilakukan orang dewasa: memberimu permen agar kamu diam.
Tapi sekarang, sebuah pertanyaan penting muncul di benaknya. "Kalau kekuatan seorang penyihir benar-benar hebat, apa mungkin 'mainan' buatan mereka benar-benar mainan biasa saja?"
Maka dia pun meletakkan semua hadiah dari Alice satu per satu dan melakukan evaluasi kekuatan yang serius. Tapi pertama-tama, Prune langsung menyingkirkan "pengalih perhatian" yang jelas: berbagai camilan dengan kemasan mencolok, stiker berkilau dengan gambar kekanak-kanakan, dan mainan mewah tanpa fitur khusus. Pada akhirnya, hanya tersisa dua objek dengan potensi tempur terbesar.
Yang pertama, sebuah lonceng kecil yang dibuat dengan sangat detail. "Saat lonceng berbunyi, kemungkinan akan muncul seorang penyihir", ucap Alice saat memberikan penjelasan yang tidak jelas. Dari sini, Prune menyimpulkan bahwa ini adalah sejenis perangkap penyihir. Dia tidak mempertanyakan ketidakjelasan kata "kemungkinan", sehingga tentu saja tidak akan terpikir bahwa ini awalnya hanya lonceng yang digunakan untuk mengumumkan dimulainya pesta teh, dan penyihir yang sedang senggang akan datang sesuai keinginan hati mereka. Setelah didefinisikan ulang oleh Prune, lonceng itu memang jadi memiliki peran penting dalam petualangannya. Meskipun belum tentu ada penyihir yang datang saat dibunyikan, tapi lonceng ini selalu menuntunnya menuju petualangan yang menakjubkan.
Yang kedua adalah palu berat yang sangat mencolok secara visual. Di antara semua hadiahnya, palu ini yang paling besar, paling berat, dan saat diayunkan menghasilkan suara angin yang paling kuat, sehingga memberikan tampilan yang mengancam. Dia tidak tahu bahwa palu ini awalnya adalah hadiah yang rencananya akan diberikan Alice kepada penyihir lain bernama Nicole sebagai sebuah alat pahat. Namun, Nicole menolak hadiah yang terlalu "heroik" ini dengan halus dan memberikan alasan "hobiku adalah memahat, bukan menghancurkan". Akhirnya, palu yang tidak memiliki tujuan ini menjadi pilihan yang sempurna untuk Alice saat membersihkan stok barang-barangnya.
Kedua hadiah dari "Dodo-King" ini kemudian diberi nama baru oleh Prune, dan juga dimodifikasi secara logis olehnya ....
Witchlure Bell dan Banehunter Oathhammer.
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 4
VisionPrune pernah mendengar bahwa "selama ada keinginan yang cukup kuat, dewa akan menatap ke bawah". Jika perkataan ini benar, maka selama obsesinya untuk "mendapatkan Vision Electro" cukup kuat, secara teori harapannya bisa terwujud.
Lalu kenapa harus elemen Electro? Alasan yang ia gunakan untuk meyakinkan diri sendiri cukup lengkap: Pyro terlalu berapi-api, Hydro terlalu lembut, Geo agak berat, Cryo sedikit dingin dan angkuh, Anemo terlalu bebas, Dendro pun cenderung ceria. Hanya elemen Electro yang tak berperasaan dan cepat, pilihan sempurna untuk menghukum penyihir licik itu.
Faktanya, tidak sulit untuk menyadari bahwa semua alasan di atas agak dipaksakan. Faktor penentu yang sebenarnya mungkin hanya karena Vision berwarna ungu kebetulan paling cocok dengan model pakaian gelap dan bergaya heavy metal yang telah dia pilih dengan cermat.
Dengan tujuan yang sudah jelas, pemburu yang perkembangannya sangat menakjubkan ini juga mengambil langkah yang sama menakjubkan untuk mendapatkannya, yaitu belajar terlebih dahulu.
Dia membaca "Manual Penggunaan Kekuatan Elemen" yang diberikan Alice berulang kali sampai tiga kali. Pengetahuan tentang elemen Electro sudah sangat dia kuasai, dan di dalam pikirannya, dia bahkan sudah mensimulasikan beberapa rangkaian "Kombo Pemburu Monster" yang berpusat pada elemen Electro.
Namun, latihan tempurnya tiba-tiba tersendat. "Banehunter Oathhammer" yang sudah dimodifikasi terlalu berat. Meski Prune sudah memperpanjang gagang palunya untuk memanfaatkan prinsip tuas dan mencoba menggunakan teknik yang tepat, tapi tetap saja dia kesulitan untuk mengangkatnya, apalagi untuk bertarung.
"Bagaimana cara karakter-karakter di novel bisa dengan mudah mengangkat senjata yang beberapa kali lebih besar dari diri mereka sendiri?"
Dia menghela napas, tiba-tiba teringat kalimat dari buku dongeng yang sering digunakan tokoh-tokoh dongeng saat menggunakan kekuatan mereka.
"Lucu sekali, hal seperti itu mah cuma buat anak kecil", ucapnya mengejek.
"Tapi kalau dipikir-pikir ... bukankah ini sama saja dengan meminta sesuatu kepada dewa? Sepertinya tidak ada ruginya mencoba."
"Sadar dong! Ini bukan sedang main rumah-rumahan!"
"Tapi tidak ada orang di sekitar sini ...."
Setelah pergulatan batin yang intens, wajah Prune memerah. Dia menggertakkan gigi dan berteriak dengan lantang:
"Wahai Banehunter Oathhammer yang menyimpan kekuatan gelap, tunjukkan kekuatan sejatimu di hadapanku! LEPASKAN SEGELMU!!!" Begitu kata-kata itu selesai, dia menutup mata dan langsung menggenggam gagang palunya dengan erat. Anehnya, palu besi yang awalnya sangat berat itu kini terasa ringan seperti memegang bulu angsa!
Semua tanda-tanda menunjukkan bahwa keinginannya terwujud.
"Se-Serius ternyata segampang itu?!"
Dengan penuh ketidakpercayaan, dia mengulurkan tangan satunya lagi, merasakan kekuatan elemen dengan cepat berkumpul dan mengkristal di telapak tangannya. Seiring cahaya yang mulai bersinar, Prune yang sangat tegang dan penuh harap secara refleks memejamkan matanya erat-erat, bahkan napasnya pun terhenti sejenak. Tak lama kemudian, sebuah Vision yang berat jatuh ke telapak tangannya. Dengan penuh suka cita atas kemenangan, dia perlahan membuka matanya, bersiap menyambut cahaya ungu petir yang melambangkan keganasan dan tak berperasaan ....
Namun, yang tergeletak di telapak tangannya adalah Vision elemen Anemo murni yang memancarkan cahaya hijaunya.
Prune terdiam selama lebih dari sepuluh detik.
"... Apa?!"
Berbagai informasi tentang elemen Electro yang sudah dibaca Prune berkali-kali berkelebat cepat di benaknya, menimbulkan rasa kesal yang kuat karena hal ini di luar rencana.
Dia tidak bisa menahan diri untuk mempertanyakan nasibnya. "Tidak ada yang mau memperbaikinya nih? Pasti ada yang salah nih, aku sudah belajar tentang Electro loh!!!"
Setelah sesi terkejut yang singkat, akal sehat sang Pemburu kembali mengambil alih. Bagaimanapun juga itu, ini adalah sebuah Vision asli, bukti dari kekuatan.
Belajar menerima hal tak terduga juga merupakan bagian dari pertumbuhan. Prune dengan cepat menenangkan diri dan diam-diam membersihkan Vision tersebut. "Tidak masalah, separah-parahnya aku hanya tinggal belajar ulang bab tentang Anemo." Orang yang kuat tidak pernah mengeluh tentang keadaan, meski hanya angin sepoi-sepoi, dia akan menggunakannya untuk menghancurkan jebakan sang penyihir.
Dia bergumam pelan, namun tanpa sadar sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang bahkan tidak disadarinya sendiri.
* Terbuka saat Persahabatan Lv. 6

22 responses to “Prune”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TopButton