
| Table of Content |
| Stats |
| Skills |
| Skill Ascension |
| Related Items |
| Gallery |
| Sounds |
| Quotes |
| Stories |
Stats
| Lv | HP | Atk | Def | CritRate% | CritDMG% | Bonus Atk% | Materials | Total Materials |
| 1 | 810 | 26.63 | 43.8 | 5.0% | 50.0% | 0% | ||
| 20 | 2102 | 69.07 | 113.61 | 5.0% | 50.0% | 0% | ||
| 20+ | 2797 | 91.9 | 151.16 | 5.0% | 50.0% | 0% | ||
| 40 | 4185 | 137.51 | 226.18 | 5.0% | 50.0% | 0% | ||
| 40+ | 4678 | 153.73 | 252.86 | 5.0% | 50.0% | 7.2% | ||
| 50 | 5383 | 176.87 | 290.92 | 5.0% | 50.0% | 7.2% | ||
| 50+ | 6041 | 198.49 | 326.49 | 5.0% | 50.0% | 14.4% | ||
| 60 | 6752 | 221.87 | 364.95 | 5.0% | 50.0% | 14.4% | ||
| 60+ | 7246 | 238.09 | 391.63 | 5.0% | 50.0% | 14.4% | ||
| 70 | 7964 | 261.68 | 430.43 | 5.0% | 50.0% | 14.4% | ||
| 70+ | 8458 | 277.9 | 457.11 | 5.0% | 50.0% | 21.6% | ||
| 80 | 9184 | 301.76 | 496.35 | 5.0% | 50.0% | 21.6% | ||
| 80+ | 9677 | 317.98 | 523.03 | 5.0% | 50.0% | 28.8% | ||
| 90 | 10409 | 342.03 | 562.58 | 5.0% | 50.0% | 28.8% | ||
| 90+ | 10409 | 342.03 | 562.58 | 5.0% | 50.0% | 28.8% | ||
| 100 | 11149 | 418.98 | 602.57 | 5.0% | 50.0% | 28.8% |
Skills
Active Skils
![]() | Allegoria | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Memberikan perintah dengan bahasa purba untuk melancarkan hingga 3 serangan dan mengakibatkan Mengonsumsi sejumlah Stamina untuk mengakibatkan Menerjang tanah dan menyerang musuh di jalur terjangan dan mengakibatkan | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() | Revelation: Uncreated Light | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Memanifestasikan bayangan kekuasaan langit masa lalu, memberikan efek Ketahanan DMG Shield of Blazing Light bergantung pada ATK Nicole dan memiliki 250% pertahanan terhadap | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() | Revelation: Ladder of Divine Ascent | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Menenun jalan takdir yang tertambat dengan benang emas dari langit, Nicole mengakibatkan Saat Nicole berada dalam mode ini, ketika serangan Karakter aktif di sekitar dalam party mengenai musuh, Arcane Projection akan dipanggil untuk melancarkan serangan terkoordinasi terhadap musuh. Serangan ini akan mengakibatkan Elemental DMG Area yang sesuai berdasarkan jenis elemen Karakter tersebut. DMG ini didasarkan pada ATK Karakter tersebut, dan juga dianggap sebagai DMG yang diakibatkan oleh Karakter tersebut. Efek ini dapat terpicu maksimum sekali setiap 3 detik dan dapat terpicu hingga 4 kali setiap kali Nicole beralih ke mode Silent Contemplation. Selain itu, Arcane Projection dari Karakter Hexerei sepertinya akan memiliki tampilan visual yang berbeda .... | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Passive Skills
![]() | Nepsis |
| Saat tidak dalam kondisi bertempur dan sudah memperoleh Treasure Compass untuk area yang sedang dijelajahi di Teyvat, Charged Attack Nicole akan dikonversi menjadi "Emissarial Guidance": Memanggil Seelie terdekat untuk memberi petunjuk, memicu efek yang sama dengan Treasure Compass untuk area tersebut. Efek ini memiliki cooldown selama 5 detik, dan tidak berlaku di Domain, Domain Trounce, dan Spiral Abyss. |
![]() | Methexis |
| Selama 20 detik setelah melancarkan Elemental Skill Selain Nicole, |
![]() | Philokalia |
| Saat Elemental DMG anggota party aktif di sekitar mengenai musuh, |
![]() | Witch's Eve Rite: Light in the Darkness |
| Setelah menyelesaikan DMG yang diakibatkan |
Constellations
![]() | "Do Not Be Afraid, Child Who Is Loved" |
| Saat serangan Karakter aktif sendiri di party mengenai musuh, akan memanggil "Arcane Projection: Unity" spesial tambahan untuk melancarkan serangan terkoordinasi terhadap musuh. Serangan ini akan mengakibatkan Elemental DMG Area yang sesuai dengan jenis elemen Karakter tersebut dan DMG-nya didasarkan pada 600% ATK Karakter tersebut, dan dianggap sebagai DMG yang diakibatkan oleh Karakter tersebut. Efek ini dapat terpicu sekali setiap 6 detik. |
![]() | "I Will Guide You and Show You the Path You Should Tread" |
| Efek Elemental Skill Selain itu, saat Nicole melancarkan Elemental Skill |
![]() | "A Lamp by Your Side, A Light to Shine the Way" |
| Meningkatkan 3 level Elemental Skill Maksimum: Lv. 15. |
![]() | "Whether Left or Right, No Matter Which Way You Turn" |
| Saat efek Saat memiliki Pathfinder's Blessing, DMG yang diakibatkan oleh Normal Attack, Charged Attack, Plunging Attack, Elemental Skill, dan Elemental Burst Karakter akan meningkat sebesar 70% dari ATK Nicole. Efek ini akan berakhir setelah terpicu 8 kali atau saat durasinya berakhir. Saat mengenai beberapa musuh sekaligus, jumlah terpicunya efek akan mengikuti jumlah musuh yang terkena. Jumlah terpicunya efek Pathfinder's Blessing untuk setiap Karakter party dihitung secara terpisah. |
![]() | "You Will Hear My Voice Beside You" |
| Meningkatkan 3 level Elemental Burst Maksimum: Lv. 15. |
![]() | "This Is the Path, Walk It Without Delay" |
| Saat Selain itu, Karakter yang memiliki |
Skill Ascension
Gallery
Sounds
Quotes
Audio Language:
| Title | VoiceOver |
| Halo | |
| Berbincang: Novel | |
| Berbincang: Patung | |
| Berbincang: Keheningan | |
| Setelah Hujan | |
| Selamat Pagi | |
| Selamat Siang | |
| Selamat Malam | |
| Selamat Tidur | |
| Tentang Nicole: Karya Populer | |
| Tentang Nicole: Alegori | |
| Tentang Kita: Penulis Bayangan | |
| Tentang Kita: Bertualang | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 6 |
| Tentang Vision | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Berbagi Cerita | |
| Kisah Menarik | |
| Tentang Alice: Pertemuan | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Alice: Anak Perempuan | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Klee | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Albedo | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Mona | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Prune | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Durin | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Zibai | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Yae Miko | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Fischl | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Mengenal Nicole: I | |
| Mengenal Nicole: II | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 3 |
| Mengenal Nicole: III | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Mengenal Nicole: IV | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 5 |
| Mengenal Nicole: V | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 6 |
| Hobi Nicole | |
| Kekhawatiran Nicole | |
| Makanan Favorit | |
| Makanan yang Tidak Disukai | |
| Menerima Hadiah: I | |
| Menerima Hadiah: II | |
| Menerima Hadiah: III | |
| Ulang Tahun | |
| Perasaan Tentang Ascension: Permulaan | * Terbuka saat Ascension tahap 1 |
| Perasaan Tentang Ascension: Persiapan | * Terbuka saat Ascension tahap 2 |
| Perasaan Tentang Ascension: Klimaks | * Terbuka saat Ascension tahap 4 |
| Perasaan Tentang Ascension: Konklusi | * Terbuka saat Ascension tahap 6 |
| Charged Attack Spesial: I | |
| Charged Attack Spesial: II | |
| Charged Attack Spesial: III | |
| Elemental Skill: I | |
| Elemental Skill: II | |
| Elemental Skill: III | |
| Elemental Burst: I | |
| Elemental Burst: II | |
| Elemental Burst: III | |
| Membuka Peti Harta: I | |
| Membuka Peti Harta: II | |
| Membuka Peti Harta: III | |
| HP Rendah: I | |
| HP Rendah: II | |
| HP Rendah: III | |
| HP Rekan Rendah: I | |
| HP Rekan Rendah: II | |
| Gugur: I | |
| Gugur: II | |
| Gugur: III | |
| Menerima Serangan Hebat: I | |
| Bergabung ke Party: I | |
| Bergabung ke Party: II | |
| Bergabung ke Party·III |
Stories
| Title | Text |
| Info Karakter | Sebagian besar cerita yang dibayangkan Nicole dimulai dengan kalimat "Dahulu kala ...." Dahulu kala, cahaya dari berbagai bangsa menghiasi bumi dengan kilau keemasan. Dahulu kala, putri-putri langit melangkah bebas dengan anggun di antara istana para dewa dan kota-kota manusia. Dahulu kala, sang penguasa masa silam yang pernah terjatuh dalam kegelapan pekat belum membawa malapetaka kembali ke bangsanya. Dahulu kala, tiga bulan terang yang tergantung tinggi di langit masih berjumlah tiga .... Waktu tak pernah berhenti dan terus berputar tanpa jeda. Dalam siklus yang telah kehilangan harapan, cahaya langit padam bersama kehidupan yang bangkit dan runtuh bersamanya. Para pelayan yang dahulu setia kini berbalik melawan penguasa mereka demi kehidupan yang telah dirancang. Sang penguasa naga hitam kembali dari antara bintang-bintang. Kereta bulan yang terang benderang hancur berkeping bagai kristal .... "Eh, tunggu dulu, yang kamu katakan terlalu umum. Setiap poin di sini kalau diperluas satu per satu, sudah cukup untuk menulis satu buku." Penyihir yang sedang menulis cerita mengangkat tangannya, menyela ucapan Nicole. Ia mengerutkan kening sambil berpikir. Terlalu banyak cerita membawa terlalu banyak pemikiran, membuatnya malah tidak tahu bagaimana melanjutkan tulisannya. "Ini bagus kok, dengan melemparkan banyak misteri secara singkat dan cepat seperti ini, pasti bisa menarik banyak pembaca!" Penyihir yang riang berbaring di atas boneka Dodoco miliknya sambil tertawa terbahak-bahak. Meskipun dia tidak tahu apakah ada pembaca yang bisa membaca karya temannya, tapi hanya dengan mengadakan pesta teh saja sudah cukup membuatnya senang untuk waktu yang lama. "Hehehe ... selain pembaca, cerita-cerita ini mungkin juga akan menarik perhatian beberapa 'pengunjung' dari tingkat yang lebih tinggi." Penyihir yang melihat masa depan tertawa pelan. Dia sudah lama menyingkap tabir masa depan, tetapi tidak pernah menyebutkan apa yang dia ketahui dan lihat. Lagipula, inti dari takdir tidak bisa ditunjukkan kepada orang lain dengan sembarangan. "Oh? Kalau begitu malah semakin seru. Aku penasaran banget pengen ketemu sama para 'tamu' itu." Penyihir yang haus akan pengetahuan itu bertepuk tangan dengan santai, lalu dia tidak bicara lagi, seolah-olah beneran lagi nunggu kedatangan tamu yang tidak diundang. "..." Penyihir yang akan melakukan perjalanan jauh lagi itu terdiam. Ia mengetuk-ngetukkan tumit sepatunya yang tebal ke lantai, dan suara gerusak dari dalam koper di sampingnya langsung berhenti. Baru setelah itu, ia kembali meminum tehnya dengan tenang. "Oh ya? Kalau begitu ... lebih baik aku ceritakan kisah lain saja? Yang lebih detail?" Penyihir yang tidak bersuara itu berkedip. Lagipula masih ada banyak waktu untuk pesta teh, jadi dia memutuskan untuk mengganti cerita yang dia ceritakan. "Pada zaman dahulu kala ...." |
| Kisah Karakter 1 | Di antara para utusan langit, Nicole termasuk salah satu yang paling muda. Di bawah anugerah suci dari langit yang tinggi, dia, seperti saudari-saudarinya yang lain, menerima kebijakan dan otoritas suci untuk menjalankan tugas demi kehendak tertinggi. Para malaikat yang lebih tua berkata padanya: Dahulu, para malaikat menyalakan api di telapak tangan mereka dan mengajarkan manusia fana cara menggunakannya untuk mengusir kegelapan malam, memanggang biji-bijian dan daging, serta menghalau binatang buas yang datang menampakkan taringnya. Mereka memintal rami menjadi tali, mengajarkan manusia untuk menurunkannya dari tebing, menenunnya menjadi pakaian dan sepatu, serta membuat perahu untuk menyeberangi sungai. Mereka juga berbicara tentang pemikiran dan cita-cita, mengajarkan manusia untuk meneguhkan hati, melewati cobaan dan bahaya, serta memimpikan mimpi yang hanya dimiliki umat manusia. Lalu, pada hari-hari setelahnya .... Para malaikat yang lebih tua berkata padanya: Ada sebuah kota yang mengikat percikan api di bawah kendali mereka, sehingga cahaya di dalam tembok kota tak pernah padam. Namun, justru api itu pula yang mereka arahkan kepada rakyat mereka sendiri. Cahayanya benderang bak matahari, namun juga mengerikan sebab ia menghanguskan daging dan tulang tak terhitung jiwa tak bersalah. Tanah yang dilaluinya menjadi datar seperti cermin, terhapus dari segala jejak kehidupan. Dan setelahnya, lebih banyak lagi yang terusir dan terpaksa mengembara. Pada akhirnya, langit tinggi memadamkan percikan mereka, membalik tanah mati yang tak lagi menyisakan kehidupan, dan membangkitkan kembali kehidupan di sana dengan nyawa para pelanggar. Ada sebuah kota yang menenun segala sesuatu dari tali, namun berusaha memanjat menuju langit suci dengan benang emas di tangan. Mereka melukiskan jutaan untaian emas di atas kanvas, lalu menariknya keluar dan merangkainya menjadi menara terbalik yang menjulang ke langit demi memetik buah tertinggi yang mereka khayalkan. Pada akhirnya, langit tinggi memutus tali-tali angkuh itu dan mengunci para pelanggar di dalam kanvas. Di sana, mereka diikat selamanya oleh benang emas yang mereka tenun sendiri, sementara mereka yang di luar kanvas hanya bisa berlutut, tak lagi berani menatap langit. Ada sebuah bangsa yang mendorong kebijaksanaan dunia hingga batas terjauhnya. Demi mengejar pengetahuan tertinggi, mereka melepaskan tubuh yang mereka anggap sebagai beban, lalu satu demi satu melompat ke kedalaman laut tanpa cahaya. Di atas air, yang tersisa hanyalah cangkang tipis yang mengapung, dan mereka terus menjelajahi dunia melalui mata serta tangan dari tubuh itu. Namun sebelum pandangannya sempat menyentuh jurang gelap di luar dunia, langit tinggi telah mengeringkan lautan, menyingkirkan akal yang menjerumuskan mereka ke dalam kegilaan, dan mengembalikan mereka pada wujud semula. Demikian khayalan liar dari pelanggaran yang teramat dalam itu berakhir. "Hukum tak boleh digugat, ketentuan tak boleh dipertanyakan, dan aturan tak boleh dilanggar." Begitulah yang disampaikan oleh kakak tertua, yang dulu paling dekat dengan Penguasa Langit Yang Mahatinggi. "Saat pelanggaran dilakukan, hukuman akan dijatuhkan." Dulu Nicole juga meyakini hal ini dengan sepenuh hati. * Terbuka saat Persahabatan Lv. 2 |
| Kisah Karakter 2 | "Wahai utusan yang terkasih, ada lagi satu pertanyaan yang ingin kutanyakan padamu." Pada suatu fajar, seorang gadis kembali mengetuk pintu kuil yang menjulang tinggi di atas kota pelindung. Nicole duduk tegak di atas selimut dan menyambut gadis itu dengan senyum yang seolah mempersilakannya berbicara. Gadis yang memasuki aula dalam itu membalas dengan senyum lebar, lalu menumpahkan semua isi pikirannya dari malam sebelumnya. Kata-katanya mengalir ringan dan cepat seperti burung melesat di atas permukaan air, namun Nicole mendengar semuanya dengan jelas. Dia adalah malaikat, tentu saja tak ada kata yang luput darinya. Gadis itu adalah seseorang yang paling haus akan pengetahuan di kota. Sejak Nicole diutus untuk menjaga tempat ini, dialah yang paling sering datang dengan rentetan pertanyaan panjang, juga yang paling aneh. Baginya, seluruh dunia seperti teka-teki yang belum terjawab. Ada orang-orang bodoh di kota itu yang takut suatu hari gadis itu akan melontarkan pertanyaan yang terlalu lancang dan mendatangkan malapetaka bagi mereka semua. Maka mereka pun mengurungnya di dalam kamar dan membelenggunya dengan rantai besi, berharap rasa lapar dan ketakutan dapat meredam keingintahuannya. Namun ketika orang-orang bodoh itu membuka pintu kurungan pada hari kelima, mereka melihat sang gadis tengah menggoreskan rumus-rumus rumit dengan ujung rantainya. Ketika mereka melangkah masuk dengan ragu, yang menyambut mereka bukanlah diam tanda menyerah, tetapi bentakan penuh kejengkelan. "Jangan sentuh rumusku!" Barangkali mereka gentar akan kecerdasan yang membara dalam matanya, atau mungkin orang-orang bodoh itu akhirnya teringat akan penghormatan yang seharusnya diberikan kepada mereka yang bijaksana. Apa pun alasannya, mereka melepaskan belenggunya dan membawanya ke hadapan Nicole. Nicole justru sangat menyukai pertanyaan-pertanyaan sang gadis yang tak ada habisnya. Karena dia mendapatkan sesuatu yang jarang sekali ditemui: kesempatan untuk sungguh-sungguh membimbing seseorang. Sebagai salah satu malaikat termuda, dia datang jauh setelah generasi-generasi malaikat sudah lebih dulu mencerahkan manusia di dunia. Kini orang-orang di bumi sudah luar biasa cerdas, sampai-sampai kakak tertua pun kadang dibuat bingung, dan Nicole sendiri nyaris tak punya ruang untuk menunjukkan kemampuannya. Namun kini, akhirnya dia diberikan satu kesempatan yang begitu berharga. "Wahai utusan yang mulia, kenapa buah di pohon selalu jatuh ke tanah?" "... Dan kenapa guntur selalu terdengar setelah kilat menyambar?" "... Dan apa yang menahan bulan agar tidak terbang menjauh, sehingga kita bisa melihatnya terbit dan tenggelam?" Ah, ini cuma soal gravitasi, kecepatan cahaya, dan kecepatan suara ... selama dia tidak memintaku menghitung semuanya dengan tangan, atau langsung menurunkan rumus, aku masih sanggup. Untuk sekarang, cukup jelaskan konsep dasar dan prinsipnya dengan lisan. Gampang. Tapi ... apa anak ini tidak terlalu cepat belajarnya? Dengan kecepatan seperti ini, jangan-jangan beberapa hari lagi dia mulai tanya tentang rumus fluida, rumus orbit, termodinamika, dan hal-hal yang sama sekali tidak bisa kujelaskan? Waduh ...! Dan serius,. kecepatan ini benar-benar tidak normal, kan? Rasanya kakak tertua pernah bilang kalau di sebuah kota bernama Lang-Gan, orang-orangnya bahkan masih belajar cara menenun kain ...? Ah ... tidak, tunggu, sepertinya cara belajar di sana juga lumayan aneh? Setelah sekelompok orang selesai belajar menenun kain, kelompok berikutnya langsung datang untuk belajar hitungan dan pengukuran. Semua orang belajar hal yang berbeda-beda sendiri-sendiri ... jangan-jangan memang karena orangnya lebih banyak, jadi belajarnya lebih cepat? Hebat juga malaikat di sana bisa mengimbangi kecepatannya. Apa Kakak pernah sebut namanya? Apa ya ...? Tunggu, tidak, tidak, jangan pikir macam-macam dulu! Fokus, fokus! Selesaikan dulu yang ada di depan mata, nanti malam baru mengulang dan belajar materi lain. Ya, begitu saja. Intinya, menghadapi tatapan penuh harap dari gadis itu, Nicole yang duduk di atas selimut merasa sangat puas. Dia berdeham dua kali, duduk lebih tegak, lalu sekali lagi menjelaskan. "Ehem, jawaban untuk pertanyaan itu adalah ...." * Terbuka saat Persahabatan Lv. 3 |
| Kisah Karakter 3 | "Wahai utusan yang mulia ...." Sang gadis berlutut di hadapan Nicole, menatap wajah yang tak tersentuh waktu. Dia adalah keturunan dari orang bijak pertama itu, dan seperti pendahulunya, dia juga sudah mengajukan tak terhitung banyak pertanyaan sepanjang hidupnya. Seiring waktu, kota itu pun mulai mengakui kebijaksanaannya. Di luar jendela, kapal-kapal melintas cepat di langit, silih berganti, diarahkan oleh tangan-tangan yang fasih bahasa angin. Di atas kapal, orang-orang berpakaian sutra berbincang leluasa tentang filsafat dan sastra, sementara cahaya lampu di kamar mereka menyala terang, seakan tak mengenal akhir. Namun di kota yang bebas dari kekhawatiran ini, orang paling cemerlang di kota tersebut malah dilanda kegelisahan, memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang belum pernah diajukan para bijak sebelumnya. Maka sekali lagi, dia kembali mendatangi malaikat yang telah menjawab tak terhitung pertanyaan, lalu dengan rendah hati mengutarakan keraguan yang membebaninya. "Apakah sebenarnya tujuan dari dunia ini?" Pertanyaan yang tidak terduga itu membuat sang malaikat tertegun. Bahkan kebijaksanaan yang dianugerahkan oleh langit pun tak mampu memberinya jawaban .... Tujuan adalah sebuah akhir. Maka segala sesuatu yang diciptakan oleh kuasa tertinggi pun, pada waktunya, akan punah. Karena tak ada satu pun ciptaan di semesta yang ditakdirkan untuk abadi selamanya. Tapi ... kakak tertua pernah mengatakan bahwa dunia ini juga adalah ciptaan kuasa tertinggi. Kalau begitu ... apakah dunia ini juga pada akhirnya akan musnah? Tapi .... Pikiran Nicole buyar dalam sekejap. Itu bukan jeda canggung dari seseorang yang kehabisan kata-kata. Melainkan karena entah mengapa, berkah langit tinggi tak lagi menjawab panggilannya. Malaikat yang tinggal menyendiri di tempat itu seketika dilanda kebingungan. Keheningan dari kehampaan menelan semua yang diketahuinya, membuatnya tersesat dalam kesunyian yang asing baginya .... Lalu, dari pintu yang terbuka, dia melihatnya. Antara langit dan bumi, hujan merah dari bulu dan api jatuh tak berkesudahan. Paku raksasa penghakiman menghantam daratan, dan setiap kali gemuruhnya mengguncang daratan, satu kota lagi lenyap dalam kesunyian. "Cepat ...." "Wahai utusan yan-" Sang malaikat segera berdiri, mencengkeram bahu gadis itu dan mengguncangnya sambil berseru keras. "Kumpulkan semua orang dan ikuti aku! Cepat!" Meski berkah langit telah meninggalkannya, setidaknya dia masih bisa mengumpulkan semua orang dan membawa mereka pergi. Maka dimulailah perjalanan panjang yang dipenuhi ketidakpastian. Setelah kehilangan segalanya, mereka hanya bisa pasrah dalam ketidakberdayaan. Mereka telah lama lupa bagaimana cara bertahan hidup dengan tangan sendiri, dan sutra-sutra mewah mereka tak mampu menahan angin, hujan, serta dingin menggigit di luar kota. "Tidak apa-apa, aku akan mengajarimu. Lihat, pertama kayunya diserut seperti ini, lalu taruh di atas api, lalu ... Ah! Kenapa malah terbakar?! Tidak, tidak, bukan begitu, salah-" "Asah batunya dulu sampai tajam. Betul, begitu ... Nah, lihat, jadi pisau kecil." "Terus, ah ... tenda ... kita harus pasang pasaknya dulu, aku butuh beberapa orang yang kuat. Tidak ada? Satu pun tidak? Baiklah, kalau begitu, kita cukup tambah jumlah orangnya saja!" Ini hanyalah sebuah sesi panduan yang panjang lagi, pikir Nicole. Dia kan malaikat yang sangat hebat, sama seperti kakak-kakaknya. Dia bisa mengajari manusia-manusia kecil ini dari awal bagaimana cara hidup, bagaimana membedakan buah-buahan dari berbagai pohon, bagaimana menanam sayuran yang menghasilkan biji, bagaimana berburu burung, binatang buas, dan ikan air, bagaimana menganyam tali, menghitung hari-hari mereka sendiri, bagaimana memiliki kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa satu ditambah satu sama dengan dua, bagaimana membangun kembali istana dan kuil .... Hanya saja, dunia ini sudah tidak lagi cukup berbelas kasih untuk memberinya kesempatan memulai dari awal. Di dunia yang dia kenal, di mana ada kelaparan, di sanalah langit menurunkan hujan dan makanan, sementara tanah tandus akan melahirkan bijih, emas, dan giok dari perut bumi. Namun, baik sosok yang ditinggikan di atas takhta maupun kakak tertua yang memerintah bangsa-bangsa di bawah atas namanya, tak pernah mengajarinya apa yang harus dilakukan ketika tanah dingin dan tandus telah diselimuti bencana putih yang terbentang seperti kain kafan. Bagaimana mungkin dia menaburkan bahkan benih liar yang paling buruk sekalipun di tanah seperti itu? Dan jika wabah dan kelaparan merenggut nyawa mereka yang lemah, bagaimana mungkin dia menciptakan obat mujarab untuk segala penyakit dari kehampaan? Sang malaikat yang cemerlang telah berusaha keras mempelajari setiap teori dan segala bentuk pengetahuan yang pada masanya dipercaya mampu membuat manusia bahagia. Tapi semua itu tidak pernah melampaui batas teori dan pengetahuan semata. .... Pada akhirnya, yang terakhir terlelap dalam pelukan Nicole tetaplah gadis paling cerdas itu. "Wahai utusan yang mulia ...." Sang gadis bertanya. "Apakah sebenarnya tujuan dari dunia ini?" "...." "Aku tidak tahu." Jawab Nicole. Ini bukanlah jawaban yang pantas diucapkan oleh seseorang sepertinya. Tapi dia tidak tahu. * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Kisah Karakter 4 | Peperangan di langit pun telah berakhir. Bulu-bulu yang tercerai dalam pemberontakan turun bagai hujan bersama darah terkutuk dan serpihan tulang, sementara bayangan kelam dari jurang terbakar habis bersama langit. Namun benih perlawanan telah lama berakar dalam jiwa para utusan langit. Mereka telah melihat langit penuh sayap, mendengar lagu kebebasan yang hadir sekejap dalam mimpi, serta menyaksikan cinta dan kebencian dicurahkan terang-terangan. Meski hanya sekilas memandang, bagaimana mungkin mereka menolak kobaran hasrat yang begitu gemilang itu? Bagaimana mungkin mereka kembali menyanyikan kidung pujian bagi sang tiran di atas sana, dan dengan sukarela kembali mengenakan belenggu di leher mereka? Maka, para malaikat yang dahulu pernah dianugerahi apa yang semestinya menjadi milik mereka, kini harus menanggung hukuman atas dosa-dosa yang mereka perbuat. Ada yang menolak melepaskan kuasa yang telah lama dipegang, sehingga kebijaksanaannya dicabut, dan mereka berubah menjadi monster kotor yang bersembunyi jauh dari tatapan penghakiman, diliputi ketakutan sepanjang masa. Ada yang kehilangan segalanya, dan dengan kesadaran yang tersisa serta sayap emas terbentang, mereka menyelam ke lautan dalam, mengikuti arus ombak hingga akhirnya ikut melantunkan musik yang telah digariskan takdir mereka. Ada yang merancang siasat licik, menyusup melalui pasir kuning yang terus berbisik dan berubah. Meski mereka tetap tak bisa menghindari pengejaran penghakiman yang abadi sebelum butiran emas menggerus habis jiwa menjadi debu. Ada yang menanggung duka atas belenggu yang dipasangkan langit pada dunia, dan menyerahkan seluruh diri mereka untuk mempertahankan secercah kehidupan bagi benih-benih yang berlindung di tengah bencana dunia fana. Pada akhirnya, mereka terombang-ambing selamanya dalam keheningan yang membeku, ketika bahkan angin yang selalu hadir pun terdiam. Ada pula yang menyatu dengan bumi, dan di bawah tatapan diam sang mahatinggi, mereka meniupkan kehidupan pada pasir merah yang tandus, merawat tunas-tunas rapuh dari awal yang baru .... Pada akhirnya, tibalah giliran Nicole. Dia menyerahkan separuh dari kebijaksanaannya, sebab dia tahu bahwa langit telah membentuknya menjadi belenggu. Kehendaknya, yang tak terukur dan selalu berubah, bisa membawa anugerah maupun hukuman, mengikat seluruh ciptaan di bawah kuasanya. Bahkan para utusan langit pun tak mampu mengubah hakikatnya. Dan dia sudah menyaksikan sendiri bagaimana kehendak itu menjatuhkan siksaan tanpa alasan kepada mereka yang tak bersalah. Jika kebijaksanaan menuntutnya untuk menutup mata, maka dia lebih memilih terjun tanpa suara ke dalam lumpur yang kelam itu, dan mengejar sendiri jawaban-jawaban dunia. Dia menyerahkan separuh dari kekuatannya, tak gentar sedikit menghadapi kefanaan seperti manusia lainnya. Ketika langit menarik kembali anugerahnya, dia berjalan bersama manusia melintasi dataran tandus. Dia menyaksikan darah dan air mata mereka, mendengar jeritan putus asa serta doa-doa mereka ... pemandangan dan suara yang tak pernah sampai padanya saat dia hanya duduk diam di taman. Jika kekuatan menuntutnya untuk menutup telinga, maka dia lebih memilih menanggalkan sayap yang sejak awal tidak benar-benar miliknya, dan pergi sendiri mencari makna dari keberadaannya. Maka, Nicole pun kembali seorang diri ke tanah yang sunyi itu. Sang malaikat yang dahulu begitu cemerlang masih tidak tahu apa sebenarnya tujuan dari dunia ini. * Terbuka saat Persahabatan Lv. 5 |
| Kisah Karakter 5 | "Tujuan Dunia? Ehm ... Kalau mau membahas Topik ini, menurutku sebaiknya kita jangan menggunakan personifikasi untuk menggambarkan dunia dulu ya ...." Penyihir M mengedipkan matanya, lalu menggunakan ujung bulu penanya untuk menyentuh rambutnya sendiri sambil tersenyum pasrah menanggapi pertanyaan aneh itu. "Melawan kehancuran". Penyihir O yang selalu dikejar kehancuran akhirnya mendapatkan sejenak ketenangan yang langka. Dia menundukkan pandangannya, membiarkan keheningan menggantung sejenak sebelum akhirnya berucap "Tapi pada akhirnya, kehancuran tetap datang." "Tidak tahu, dan malas cari tahu". Penyihir B, yang pada masa itu belum bertemu murid bertopi besarnya, berkata sambil menguap "Kalau tujuan dunia ini berbeda denganku ... memangnya aku harus kabur dari dunia ini? Hm? Alice mana? Pantas saja rasanya sepi. Dia belum datang?" "Kalau bisa keluar dari sini, malah lebih bagus." Penyihir R tertawa sinis. Tatapannya terpaku pada labu kaca tempat "kehidupan" perlahan tumbuh dalam diam. Dia meletakkannya, lalu bertepuk tangan pelan. "Tapi itu pertanyaan yang bagus. Layak dijadikan bahan ujian." Pesta teh berlanjut di tengah obrolan santai para penyihir yang sesekali melantur ke mana-mana, hingga bulan kembali mengitari langit sekali lagi. Penyihir M menutup bukunya dan bangkit dari kursi. Setelahnya, Penyihir R dan Penyihir B pergi bersama. Penyihir O hanya mengangguk pada Nicole, mengangkat kopernya dan melangkah pergi. Nicole menghela napas panjang, menerima kenyataan bahwa bahkan penyihir-penyihir terkuat pun .... "Hei, Nicole! Sudah siap?" Penyihir A yang tidak hadir di pesta tiba-tiba menggenggam bahu Nicole dari belakang. Topi di kepalanya berdenting setiap kali ia bergerak, sementara tumpukan koper yang tingginya hampir dua kali tinggi badannya, menjulang di belakangnya. Bagian atasnya bahkan dihiasi topi penyihir runcing raksasa. "Alice? Ka-Kamu ... kamu mau apa? Kenapa bawa koper sebesar itu?" "Kamu penasaran dengan tujuan dunia, kan?" Penyihir merah yang ceria itu tertawa riang, lalu berkata dengan penuh keyakinan "Aku tidak tahu!" "Tapi kita bisa intip 'dunia' lain. Tenang saja, kita tidak akan lewat 'perbatasan'. Hanya tamasya kecil untuk melihat ‘benda-benda terapung’, mencari inspirasi, dan mengisi waktu." "Yah, sebenarnya aku ingin bawa kamu keliling dunia lain, seperti Octavia. Tapi aturan perbatasan super ketat." "Saat kembali dari luar perbatasan dunia, semua yang bukan dari dunia ini harus ditinggalkan di sana, kecuali kenangan. Meski kadang-kadang ... yah, bahkan kenangan pun tidak selalu bisa dibawa kembali." "Kalau tidak, ketika orang normal melihat awan kabut yang bisa bicara, serangga yang bersembunyi di dalam suara, debu yang memakan cahaya, pilar hidup delapan sisi yang tidak boleh melihat bentuk salib, dan hal-hal lainnya ... pasti akan sangat sulit untuk menahan diri supaya enggak cerita ke orang lain tentang pengalaman mereka sendiri, kan?" "Tapi jangan terlalu kecewa. Nanti kalau Octavia kembali lagi, kita tangkap dia dan suruh dia membawa kita jalan-jalan. Kalau tidak bisa, kita sembunyi saja di dalam kopernya!" "Untuk sekarang ... mari kita lihat sebuah 'kejutan kecil' dulu." Dengan demikian, malaikat yang hebat dan penyihir yang hebat pun mulai mempersiapkan sebuah perjalanan ... yang sebenarnya tidak terlalu panjang. Dan kali ini, dia tidak sendirian. Satu-satunya kesulitan yang harus dihadapi di tengah perjalanan adalah bagaimana cara menolak camilan yang tiba-tiba saja dikeluarkan Alice entah dari mana. Apa sebenarnya tujuan dunia ini? Karena sang malaikat yang terikat oleh langit tidak dapat menemukan jawabannya .... Kalau begitu, biarkan sang penyihir yang bebas ini yang mencari jawabannya. * Terbuka saat Persahabatan Lv. 6 |
| "Panduan Keluar Masuk Perbatasan" | Alice menepuk-nepuk topinya dan berjanji bahwa mereka tidak akan meninggalkan dunia ini. Tapi setelah sampai di "perbatasan", semua prosedur yang harus diselesaikan tetap harus diselesaikan, formulir yang harus diisi juga tidak ada habisnya. Satu-satunya keuntungan mereka adalah mereka memiliki dua kursi. Setelah mengisi formulir seharian penuh, Nicole akhirnya menerima sebuah buku tebal berjudul "Panduan Keluar Masuk Perbatasan". Saat menerimanya, dia diberi peringatan keras bahwa buku ini tidak boleh rusak sedikit pun. Bahkan jika hanya terkena sedikit noda saja, harus mengajukan ulang untuk mendapatkan yang baru. Kalau saat keluar masuk perbatasan bukunya ketahuan kotor atau rusak, akan ditahan di pos cek untuk menjalani berbagai pemeriksaan, dan baru boleh lewat setelah semuanya terbukti normal. Yang perlu dicatat adalah, tergantung pada bentuk pemohon yang berbeda-beda, bentuk "Buku Panduan Keluar Masuk Perbatasan" yang diterima juga berbeda. Sejauh ini, Nicole pernah melihat buku panduan dengan material berbahan batu, kayu, cair, gas (bukan entitas informasi kimia), dan cahaya (Phlogiston yang energinya dilepas). "Menjaga perbatasan itu benar-benar melelahkan ya." Nicole mengomentari setelah melihat seseorang berlari tergesa-gesa sambil memeluk setumpuk buku panduan berbentuk lempengan tanah liat. "Iya, makanya aku tidak mau berlama-lama di sini." Alice mengangkat kakinya, memberi jalan untuk genangan luas merkuri yang bergerak pelan. Merkuri itu dengan sopan berputar di tempat sebagai tanda terima kasih. "Daripada kerja administrasi, aku lebih suka kerja di lapangan ... Eh! Kleiner, sini sini!" Alice melompat dan melambaikan tangannya dengan semangat ke arah seseorang di kejauhan. Orang itu membawa delapan kantong kertas di kedua tangannya, dan balas melambaikan tangannya dengan kuat. "Ayo ayo ayo, makanan enaknya sudah datang! Habis makan ini, kita jalan-jalan lagi untuk lihat hal seru lainnya!" * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Vision | Manusia selalu membutuhkan dewa, karena mereka berharap doanya didengar, juga berharap ada yang bisa memikul beban berat mereka. Setelah orang-orang kehilangan para malaikat, bumi dijaga oleh sekelompok Archon yang bentuknya aneh bin ajaib. Hanya dengan melambaikan tangan, orang-orang yang putus asa langsung ikut dan berkumpul di sekitar mereka. Hanya dengan sedikit janji, para pendengar sudah menari-nari dan bersorak-sorai kegirangan. Hanya cukup menunjukkan sedikit keajaiban saja, para jemaat sudah dipenuhi rasa syukur yang sangat besar. "Manusia zaman sekarang benar-benar tidak dilahirkan di era yang tepat." Nicole menjauh dari kerumunan sambil berpikir dalam hati. Bukannya kakak-kakaknya dulu terlihat jauh lebih suci dan cantik daripada para dewa yang bentuknya aneh-aneh sekarang? Meskipun di antara para dewa itu, memang ada beberapa yang penampilannya cukup menarik sih .... Dia menatap salah satu "kakak" yang melingkari kakinya dalam bentuk Seelie dan mendesah dalam hati. Karena bentuk "kakak"nya sekarang terlalu mirip dengan manusia, dia malah ingin mengajaknya mencari peti harta. Nicole menatap pantulan wajahnya di permukaan air. Sekeras apa pun dia mengatur ekspresinya, sepertinya tidak ada sedikit pun aura suci yang bisa dia pancarkan. "Malaikat" sudah memudar dari dunia, tetapi manusia selalu membutuhkan dewa. Setelah lama waktu berlalu, Nicole yang sangat peka terhadap perubahan dunia merasakan adanya perubahan kecil pada hukum alam. Tanda yang disebut "Vision" ini, perjalanan agung yang hanya bisa ditempuh oleh manusia, hati Nicole tergerak. Nicole memahami prinsip di balik Vision, dia juga tahu bagaimana akhir jalan ini. Dia ingin tahu apakah statusnya yang begitu dekat dengan manusia bisa membuatnya mendapatkan sedikit perhatian. Meski pada akhirnya, dia tidak terlalu peduli, karena kesadaran yang lahir dari cahaya, meskipun sudah jatuh ke dunia fana, selalu ingin naik kembali ke cahaya. Tapi Nicole sudah mencoba segala cara, namun tetap tak bisa mendapat pengakuan dari langit. Ribuan tahun kata-kata yang tidak bisa diucapkan sudah cukup untuk melampaui batas ukuran kerinduan apa pun. Dia hanya diabaikan. Dengan kecewa, dia mengembara ke Natlan dan menemukan satu-satunya keluarga yang masih bisa diajak berkomunikasi dengan bahasa manusia, untuk saling berbagi pengetahuan. "Malaikat sudah disingkirkan dari desain dan tatanan dunia, kamu cuma akan diabaikan." "Aku mengerti. Jadi intinya, aku harus berusaha mati-matian supaya bisa masuk ke dalam dunia manusia ya"? Kalau tidak ada koneksi, ya bangun. Kalau tidak ada di dalam rencana, ya pastikan cetak birunya penuh dengan bayangannya sendiri. Dia tidak lagi hanya mengamati dari jauh. Dia menerima beberapa misi membuat patung (bayarannya diletakkan di dalam peti harta karun), diam-diam memandu orang-orang yang tersesat (peti harta karunnya diserahkan ke mereka dulu sebelum mereka menemukan jalan yang tepat), diam-diam memberi petunjuk kepada para pelajar yang bingung .... Saat Nicole mendapatkan Vision, tidak ada ketegangan sama sekali. Hanya saja, setelah dia selesai membantu seorang orang tua, langit tidak bisa lagi mengabaikan pengaruh yang dia ciptakan, yang terakumulasi seiring berjalannya waktu. Orang-orang selalu membutuhkan dewa. Malaikat juga demikian. Diabaikan dan tidak lagi dibutuhkan adalah hal yang menakutkan. Nicole memegang Vision-nya, menutupi siluet Celestia dengan Vision itu. Oh, Penciptaku .... "Engkau akhirnya mengakuiku sebagai manusia. Engkau harus menyayangiku, memaafkanku. Mulai sekarang, aku akan menjalani hidup dengan lebih bebas." * Terbuka saat Persahabatan Lv. 6 |




















70 responses to “Nicole”
Sounds pls
it’s wonderful and deeply retard at the same time how they’re afraid to powercreep bennet, and in this case they covered it behind a paywall of constellation
she increases atk, but it’s capped at 420
and just this, is shittoyo
when hexerei, there’s another 300, so it becomes decent
but we know how much bennet does, so why not giving her at least the same amount? because of shield? of projection damage? of no “circle impact”? FFS this is a 2026 character, she MUST be by default A LOT better than a 4star of 5 fkn years ago, not a sidegrade, or a small upgrade in some scenarios.
but they’re too retard to understand this, it’s clear
Stellar-Conduct Info and Stellar-Conduct Character Buffs (STC)
Here I am posting update info on Nicole’s page again. I need to get this info out in any way, since the New in 6.6 page is still disabled. Also, where’s the 6.6preload info?
==
When Cryo Element comes into contact with Electro Element under specific conditions, the special reaction Stella Superconduct will be triggered, temporarily converting the surrounding area into the wondrous Stellar Glow Domain.
When enemies within the Stellar Glow Domain are struck by Cryo or Electro attacks, the domain shall seal the diffused elemental energy. Every 3 seconds, all sealed elemental power is unleashed and converted into buffs for all party members inside the domain: granting Cryo and Electro DMG Bonus, and raising the base reaction multiplier of their Stella Superconduct DMG, lasting for 3 seconds. Additionally, enemies inside the domain will have their Physical RES reduced.
Certain characters gain the blessing Radiance·Stella Superconduct within the domain, empowering the effects of their respective Talents and Elemental Skills. Some characters can inflict Stella Superconduct DMG via their innate Talents, and such damage is capable of dealing CRIT Hits.
==
List of characters buffed by Stellar-Conduct:
* Beidou
* Diona
* Qiqi
* Wriothesley
* Cyno
* Yae Miko (her weapon is also buffed with Stellar-Conduct)
Yumemizuki Mizuki is also getting a buff, even though she doesn’t work with Stellar-Conduct.
I hope they don’t go too hard on that mechanic, though that would give me a reason to use Miko again.
Well, MidCole is oversold by the content creators and ppl living off from Mihoyo’s paycheck. The fact they went out of their way to put a 3 sec nerf for that extra 300 attack just to keep Mav from getting an upgrade shows how scummy Mihoyo is ! Why can’t Mavuika get an upgrade when Nuvillette gets an upgrade or sidegrade every other patch ?
Hex characters sucks to begin with, no matter how much you buff them, they will at best become mid.
So what is the TLDR of midcole ? Team restricted Mid Atk buff + Shield and thats about it ! No reaction enabling, no personal damage, no healing.
I would say you all F2PBTW ppl should skip her, she is only for Simps and Whales like me, because I don’t care what she can do, I collect characters because I like them not because they are necessarily meta
Totally Tsundere comment bro, no Cap !
You do you, me do me
whats better for her, signature weapon or c1 (with atlas as alternative weapon)?
She’s primarily support for Varka and maybe for a Hexen overload team. She’s not supposed to buff Mavuika because Mavuika doesn’t need new support, she is still easily the strongest character in the game.